| | | | | | |

Meneguhkan Kepemimpinan Inklusif di Era Digital: Kiprah Pramuka PTKIN dalam FKD VI dan PSR Ke-35 Tahun 2026

Di tengah arus digitalisasi yang terus bergerak cepat, ruang-ruang pembinaan kepemimpinan mahasiswa menjadi semakin penting. Salah satu momentum yang memperlihatkan hal tersebut hadir dalam Forum Ketua Dewan Racana PTKIN Se-Indonesia Ke-VI Tahun 2026 dan Perkemahan Songsong Ramadhan (PSR) Ke-35 Tingkat Nasional yang diselenggarakan pada 09–13 Februari 2026 di UIN Raden Intan Lampung dan kawasan Pulau Tanjung Putus, Lampung.

Kegiatan Forum Ketua Dewan (FKD) tahun ini mengusung tema “Sinergi Pandu PTKIN: Mengukuhkan Kepemimpinan Inklusif dan Moderasi Bermakna di Era Digitalisasi.” Tema tersebut merefleksikan kebutuhan akan model kepemimpinan mahasiswa yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga berakar pada nilai-nilai moderasi beragama dan kebangsaan.

Dalam forum tersebut, para Ketua Dewa Racana dan Ambalan dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berkumpul untuk berdiskusi, berbagi praktik baik, serta merumuskan arah gerakan Pramuka perguruan tinggi ke depan. Musyawarah tidak sekadar menjadi agenda formal tahunan, melainkan ruang pembelajaran kolektif tentang bagaimana organisasi mahasiswa dapat tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Delegasi dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut mengambil bagian dalam forum tersebut melalui kehadiran Aziz Al-Ghifari dan Khabibatul Barokah sebagai Ketua Dewan Racana Putra dan Putri masa bakti 2026–2027. Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam jejaring nasional dan penguatan kapasitas kepemimpinan.

Rangkaian FKD diawali dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan tahun sebelumnya, yang kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD). Dalam sesi ini, berbagai isu strategis mengemuka, mulai dari penguatan manajemen organisasi di gugus depan, inovasi program kerja berbasis kebutuhan mahasiswa, hingga tantangan menjaga nilai-nilai kepramukaan di era media sosial.

Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua FKD PTKIN Se-Indonesia Tahun 2026 menjadi bagian penting dari dinamika forum. Proses musyawarah dan voting berlangsung secara terbuka dan partisipatif, mencerminkan praktik demokrasi yang hidup dalam organisasi mahasiswa. Hasilnya, kepemimpinan baru diharapkan mampu melanjutkan estafet gerakan dengan semangat kolaboratif dan inklusif.

Bersamaan dengan FKD, Perkemahan Songsong Ramadhan (PSR) Ke-35 Tingkat Nasional menghadirkan dimensi pembinaan yang lebih luas. Mengusung tema “Aktualisasi Kurikulum Panca Cinta Melalui Perkemahan Songsong Ramadhan”, kegiatan ini memadukan unsur spiritual, sosial, dan edukatif. Tidak hanya diisi dengan materi dan diskusi, tetapi juga kegiatan bakti sosial, keagamaan, hingga wisata edukasi dan bahari yang memperkaya pengalaman belajar di luar kelas.

Dalam konteks pendidikan karakter, kegiatan seperti PSR menjadi medium yang efektif untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama. Interaksi lintas daerah membuka ruang perjumpaan gagasan dan memperluas wawasan kebangsaan mahasiswa.

Partisipasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam dua agenda nasional ini juga diiringi dengan capaian prestasi, yakni Juara Harapan II Administrasi Terbaik Tingkat Nasional pada kategori lomba administrasi dalam PSR. Penghargaan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai pencapaian teknis, tetapi juga sebagai indikator tata kelola organisasi yang tertib dan profesional.

Secara lebih luas, keikutsertaan dalam FKD dan PSR memperlihatkan bahwa pembinaan mahasiswa tidak berhenti pada ruang akademik semata. Forum-forum seperti ini menjadi laboratorium sosial tempat nilai kepemimpinan, moderasi, dan kolaborasi dilatih secara nyata. Di tengah tantangan era digital, pengalaman kolektif tersebut menjadi bekal penting bagi lahirnya generasi muda PTKIN yang adaptif, berintegritas, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat.

Artikel Serupa